Lingkungan

Semua Bisa Peduli, Belajar pada Otto dan Idjah Soemarwoto

Ia akan gusar melihat pembangunan mengorbankan lingkungan dan menyengsarakan masyarakat kecil
Ia akan meradang melihat hutan dibabat, sungai dan udara dicemari
Ia akan merintih melihat tanah longsor dan banjir
Ia akan menangis melihat sumber daya alam dikuras habis

Additional DescriptionMore Details

Ia akan tersenyum bila menyaksikan bangsa ini membangun berwawasan lingkungan Ia akan tersenyum bila menyaksikan pembangunan mampu mengangkat harkat bangasa Ia akan tersenyum dan tersenyum lagi bila menyaksikan generasi penerus melanjutkan cita-cita dan perjuangannya (Prof. Dr. Johan S. Masjhur) Selama masyarakat belum menempatkan wawasan lingkungan dalam arus tengah pembangunan, selama itu pula Bung Otto akan tetap melangkah di barisan depan mengibarkan panji perjuangan untuk Indonesia lwstari selama hayat di kandung badan. (Prof. Dr. Emil Salim) Prof. Otto adalah seorang pemikir masa kini yang selalu mencoba mengukir masa depan dalam konteks multidimensional. (Prof. Dr. Mohammad Soerjani) Penulis: Eka Budianta Penerbit: Universitas Padjadjaran

Price: Rp. 70,000.00

Loading Updating cart...

Perlindungan Lingkungan

Sebuah perspektif dan spiritualitas Islam

Krisis Lingkungan yang dihadapi manusia di planet bumi ini tidak hanya disebabkan oleh persoalan-persoalan sosial-ekonomi semata, tetapi juga berakar apda aspek-aspek manusia yang paling dalam, yakni bagaimana manusia memandang diri dan lingkungannya.

Additional DescriptionMore Details

Oleh karena itu, ancaman bencana lingkungan tidak akan cukup diatasi dengan pendekatan-pendekatan teknologis, lebih dari itu, kita membutuhkan paradigma baru yang lebih tinggi dan mulia dalam memandang alam dan lingkungan. Islam dengan ajarannya yang sangat komprehensif menawarkan solusi atas krisis yang sedang terjadi. Komprehensifitas Islam meliputi sekaligus menyentuh jiwa manusiua yang paling dalam serta membangun pandangan-dunia (worldview) yang realistis mengenai alam semesta dan lingkungan. Dalam tataran yang lebih pragmatis, Islam menyediakan nilai-nilai moral disertai dasar-dasar yang memungkinkan kita menyusun hukum-hukum lingkungan yang penting untuk memelihara moralitas Islam itu sendiri. Yang sangat mengesankan, pandangan dan moralitas Islam ini tercermin dalam praktek kehidupan manusia paling suci dan mulia, Nabi Muhammad Saw, yang dapat diikuti oleh siapapun sekalipun oleh mereka yang berfikir sangat sederhana. Inilah keunggulan yang ditawarkan Islam untuk mengatasi krisis lingkungan. Penulis: Sunardi, Ph.D Penerbit: Universitas Padjadjaran

Price: Rp. 36,000.00

Loading Updating cart...

Dinamika Budaya Lokal

Sistem pengetahuan dan teknologi lokal, SPTL, merupakan grass-roots innovation. Berlangsung dari generasi ke generasi, diperbaiki, disempurnakan dan diperkaya dengan dukungan akal, perasaan, dan pengalaman manusia dalam mempertahankankelangsungan hidupnya. Selanjutnya, manusia mampu memahami lingkungan dan memanfaatkan sumberdaya alam dan sosial yang terikat erat dengan kelestarian alam. Tercermin dalam hubungan harmoni manusia-tanah yang dikin dikenal sebagai kearifan tradisi. SPTL kemudian menjadi sistem pengetahuan yang mantap, adaptif dan sangat efektif serta terakumulasi dan peranatakan menjadi sistem yang spesifik bagian dari keseluruhan kebudayaan. Di dalam pengelolaan sumberdaya alam in situ dan on situ sebagai isu utama, maka pengenalan, pengembangan dan penggunaanya oleh penduduk lokal harus menjadi pertimbangan para pengambil kebijakan, bukan hanya terfokus pada genebanks-sistem budidaya petani lokal, tetapi dapat dipandang pula sebagai strategi konservasi sumberdaya alam.

Penulis: Kusnaka Adimihardja
Penerbit: CV Indra Prahasta

Price: Rp. 40,000.00

Loading Updating cart...

Ekologi Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan

Negara Indonesia sejak tahun 1990-an telah mengadopsi pembangunan berkelanjutan, yaitu pembangunan yang bersifat holistik, yang memadukan pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup secara terintegrasi. Tetapi, dalam prakteknya hingga dewasa ini pembangunan yang dilakukan cenderung masih berorientasi pada kepentingan ekonomi. Konsekuensinya, berbagai permasalahan lingkungan, seperti banjir, longsor, kerusakan hutan, pencemaran air, udara dan tanah, erosi dan degradasi lahan pertanian, kepunahan flora dan fauna langka, kerusakan mangrove dan terumbu karang, serta ledakan hama dan penyakit masih umum ditemukan di Tanah Air kita.

Additional DescriptionMore Details

Buku ini membahas berbagai teori dan konsep umum Ekologi Manusia, yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan atau ekosistem, terutama kaitannya dengan berbagai permasalahan lingkungan akibat aktivitas manusia dan kaitannya dengan pembangunan. Sehingga, buku ini menjadi referensi penting bagi para akademisi, pengambil kebijakan, aktivis LSm, aparatur negara, dan lainnya untuk memahami berbagai persoalan lingkungan dan landasan Ekologi Manusia untuk pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Penulis: Johan Iskandar Penerbit: Universitas Padjajaran

Price: Rp. 50,000.00

Loading Updating cart...

Untuk Apa? Untuk Siapa? Rangkaian Pemikiran Lingkungan Berkelanjutan

"Tegas, lugas, dan menyentuh hakekat pembangunan. Suatu karya yang perlu
dibaca oleh para pengambil keputusan di bidang pembangunan agar sadar bahwa
untuk apa dan siapa sesungguhnya pembangunan itu dituju."
Prof. Gunawan Tjahjono, M.Arch, Ph.D.
UNTUK APA?" adalah suatu pertanyaan yang agaknya selalu - sebaiknya! -
menjadi dasar bagi seorang sebelum melakukan kegiatan: pikir dulu sebelum
bertindak, ada gunanya atau tidak, dan seterusnya. "UNTUK SIAPA?" juga suatu
pertanyaan mendasar yang jawabarunya harus jelas sebelum suatu tindakan
dijalankan: tepat sasaran, bermanfaat atau merugikan, dan sebagainya. Kita semua
tahu banyak masalah terjadi di negeri ini akibat tidak mengajukan pertanyaanpertanyaan
tersebut sebelum melancarkan rencana dan program pembangunan,
terutama penataan lingkungan. Judul buku ini jelas mencerminkan sikap dan
pandangan - sekaligus latar belakang pendidikan, profesi dan pekerjaan - Pak
Bianpoen tentang lingkungan hidup - tentang apapun! - yang mendasari tindakantindakannya:
fungsional, efisien dan efektif, yang kemudian terujud ke dalam
kesederhanaan dan kelugasannya. Setidaknya itulah kesan selama mengenal beliau
dalam berbagai kegiatan akademis.
Prof. Dr. Ir. Sandi A. Siregar, M.Arch, IAI.
Buku ini adalah bunga rampai pemikiran Bianpoen, yang terbagi menjadi empat
tema besar, yaitu: ilmu lingkungan, penataan, berkelanjutan, dan terutama
mengenai "urban poor". Tema-tema ini merepresentasikan hanya sebagian dari profil
sosok ilmuwan ini. Sejak mahasiswa di Jurusan Arsitektur di Delft dan Hannover,
Bianpoen bersifat pendiam, tapi bila ia sempat bicara semuanya diam, karena selalu
berbobot diselingi rasa humor yang tinggi. Senyumnya jarang tapi legendaris.
Setelah pindah ke Jakarta dari ITB Bandung, Bianpoen mendapat tempat di Dinas
Tata Kota DKI, kemudian di Dinas Lingkungan Hidup, baru kemudian mengajar di
FTUI untuk mata pelajaran Tata Kota dan Lingkungan. Di sela-sela waktunya yang
cukup padat, sempat mengambil S3 di Universiteit Erasmus Rotterdam dan
mendapatkan stola khusus (suatu penghargaan yang cukup tinggi). Tesisnya
mengenai urban management. Beliau cukup aktif di organisasi Ikatan Arsitek
Indonesia dan sempat memimpin Kelompok kerja Habitat ULA chapter Indonesia
yang pernah menyelenggarakan seminar internasional mengenai "Urban Village"
(sempat dipuji oleh sekjen UIA). Walaupun demikian cara hidup Bianpoen
sekeluarga sangat sederhana dan hampir asketis, ucapannya selalu berani karena
benar, tanpa tedeng aling aling, tapi diutarakannya cukup diplomatis. Sebagai
pembimbing mahasiswa S3, sebagai ketua Dewan Kehormatan IAI DKI dedikasinya
tidak diragukan lagi. Di antara tumpukan buku-bukunya Bianpoen tidak hentinya
belajar. Sesederhana kehidupan fisiknya, tidak pernah mengurangi pemikiranpemikirannya
yang menggeladak, kadang luber merupakan kekayaan ilmu yang
beliau muntahkan. Selalu mengandung pesan bagaimana menyikapi lingkungan
kita. Dalam keadaan yang kadang-kadang macet dan kritis, Bianpoen selalu
merupakan pelita harapan yang disegani. Bagi nusa dan bangsa seorang guru
seperti Bianpoen jarang kita ketemui...
Han Awal, Dipl. -Ing, IAI.

Penerbit:UPHPress
Penulis: Bianpoen

Price: Rp. 75,000.00

Loading Updating cart...